Selabintana. Melampaui Mimpi lmperialisme.
Selabintana, Melampaui Mimpi Imperialisme* Selabintana menorehkan jejak sejarah kejayaan kemakmuran masyarakat Sukabumi akan pesona alamnya yang sejuk, udaranya yang bersih dan hutan lindungnya yang memikat bahkan di Selabintana ini tertinggal budaya serta arsitektur Belanda di hotel Selabintana yang berdiri kokoh hingga kini. Pada masa Cultuurstelsel atau di sebut tanam paksa Belanda sebagai aturan penjajah untuk eksploitasi alam Indonesia yang bergulir tahun 1830 oleh gubernur jenderal Johannes Van De Bosch sehubungan dengan eksotisnya Gunung Gede - Pangrango mengundang penjajah mencari tempat peristrihatan dan sekaligus tempat kantor pengawasan aturan Cultuurstelsel tersebut di Selabintana Sukabumi ini ditemukan oleh seorang berkembangsaan Belanda, bernama AAE Lenne (1853 – 1916)kemudian di dirikanlah hotel yang pertama kali didirikan pada tahun 1900 dengan latar belakang Gunung Gede – Pangrango. Pada tahun 1924, AAE Lene menyerahkan Hotel Selabintana kepada anak...